Pembauran Bangsa
Forum Pembauran Kebangsaan
adalah lembaga yang dibentuk berdasararkan Keputusan Menteri Dalam Negeri nomor
34 Tahun 2006 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pembauran Kebangsaan di Daerah.
Forum ini dibentuk sebagai wadah informasi, komunikasi, konsultasi, dan kerjasama
antara warga masyarakat yang diarahkan untuk menumbuhkan, memantapkan,
memelihara dan mengembangkan pembauran kebangsaan. Dengan kedudukan dan fungsi
seperti ini maka Forum Pembauran Kebangsaan mempunyai dua tugas, yaitu :
menyampaikan saran pertimbangan dalam penetapan kebijakan tentang pembauran
kebangsaan, dan mengkoordinasikan pelaksanaan kebijakan tentang pembauran
kebangsaan. Dalam tugasnya seperti itulah maka Forum Pembauran Kebangsaan harus
dapat menyusun kegiatannya dengan memberi ruang yang luas kepada masyarakat
untuk berekspresi tentang bagaimana mewujudkan pembauran bangsa. Wujud
pembauran bangsa tentunya tidak dapat dilepaskan dengan harmoni yang dalam
kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur masuk Nawa Bhakti Satya yang
kesembilan. Oleh karenanya, budaya harmoni harus dibangun dalam kehidupan
bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Tentunya Forum Pembauran Kebangsaan
harus hadir dalam mewujudkan ini.
Budaya Harmoni
Budaya adalah merupakan bentuk
sikap perilaku yang berkembang di masyarakat menjadi sebuah kebiasaan dan terus
menerus. Budaya harmoni adalah kehidupan masyarakat dalam sehari-hari yang menunjukkan
keselarasan, keserasian, dan keseimbangan. Kondisi seperti inilah yang
diharapkan dapat mendukung proses pembangunan menuju terwujudnya kesejahteraan
masyarakat. Setidaknya ada dua hal yang dapat diperoleh dari manfaat harmoni.
Pertama akan tercipta suasana aman, tertib, dan terkendali. Kedua masyarakat
akan dapat bekerjasama dalam proses pembangunan.
Membangun budaya harmoni dapat dilakukan
melalui dua pendekatan, yaitu : pendekatan permisive dan pendekatan manipulatif.
Pendekatan permisive adalah pendekatan dengan melibatkan masyarakat untuk membangun
budaya. Sedangkan pendekatan manipulatif pendekatannya dilakukan dengan cara
pemaksaan. Penerapan pendekatan ini sangat tergantung dari situasi dan
kondisinya. Pada tahun 70 an, pemerintah menerapkan program keluaga berencana.
Ketika itu dilakukan dengan manipulatif. Hasilnya ternyata keluarga berencana
menjadi kebutuhan. Orang menjadi terasa aneh di saat ini mempunyai anak banyak.
Di era saat ini, Forum Pembauran Kebangsaan tidak dapat melakukan dengan cara
manipulatif, tetapi harus melakukan pendekatan dengan permisive.
Legitimasi Forum
Pembauran Kebangsaan
Budaya harmoni yang menunjukkan
hubungan selaras, serasi, dan seimbang merupakan awal dari kebersamaan. Budaya
ini masih dirasakan terkoyak dengan berkembangnya globalisasi dan
demokratisasi. Ada hal yang salah dalam memahami demokrasi. Banyak diantara
kita yang memaknai demokrasi sebagai kebebasan tanpa batas. Hakekat demokrasi
yang benar adalah kebebasan berekspresi dengan tetap memperhatikan rambu
normatif. Norma apa yang berlaku, sangat tergantung kita berada di lingkungan
masyarakat apa. Apabila kita berada di lingkungan masyarakat adat maka yang
berlaku adalah norma adat. Apabila kita berada di lingkungan masyarakat agama
maka yang berlaku norma agama.
Dalam konteks pengembangan
demokrasi dan membangun budaya harmoni, Forum Pembauran Kebangsaan harus
melakukan upaya melalui program dan kegiatannya. Pendekatan permisive yang
merupakan pendekatan pelibatan dalam mengambil keputusan maka Forum Pembauran
Kebangsaan perlu memperbanyak kegiatan dalam bentuk seminar, lokakarya, Forum
Discution Group, dan bentuk-bentuk lain yang memberikan ruang ekspresi luas
kepada pesertanya. Melalui program dan kegiatan, Forum Pembauran Kebangsaan
akan bergerak maju bersama masyarakat untuk mewujudkan budaya harmoni. Langkah
Forum Pembauran Kebangsaan seperti ini sebagai bentuk kegiatan Meretas Hidup
Harmoni yang akan dapat meningkatkan eksistensi dan legitimasi Forum Pembauran
Kebangsaan karena volume kehadirannya untuk menjadi wadah dirasakan oleh
masyarakat dan semakin dekat dengan masyarakat. Meretas dalam pengertian
merintis, budaya hidup harmoni yang masih samar-samar harus dirintis dari
sekarang agar permasalahan bangsa tidak terjerumus pada pemahaman demokrasi
pada era global. Hakekat demokrasi bukan untuk mempertajam konflik, tetapi
justru untuk membangun hidup harmoni mewujudkan kesejahteraan.
Semoga terwujud. Satu
Nusa-Satu Bangsa-Satu Bahasa.
Oleh : Dr. Edy Purwinarto, M.Si
Forum Pembauran Kebangsaan
Forum Pembauran Kebangsaan
( FPK )
Provinsi Jawa Timur
Wakil Dari Suku Jawa
Wakil Dari Suku Jawa

0 komentar:
Posting Komentar