Denpasar, Peraturan Presiden No. 51 Tahun 2014 tentang revitalisasi Teluk Benoa merupakan suatu langkah yang tepat untuk lebih mempersiapkan Bali menjadi tetap sebagai primadona tujuan wisata dunia. Demikian disampaikan oleh Ketua Umum Masyarakat Pariwisata Indonesia I Wayan Suarta dalam siaran pers yang diterima wartawan, Rabu (15/4/2015).
"Dengan reklamasi Teluk Benoa diharapkan akan ada perluasan lahan yang bisa dimanfaatkan untuk pengembangan pariwisata yang bernuansa Blue Aquatourisn and Green Agrotourism yang baru ada satu satunya didunia seperti diteluk karibia," ujarnya.
Tak hanya mempersiapkan Bali sebagai primadona dunia, menurut I Wayan, reklamasi Teluk Benoa juga menjawab persoalan Bali terutama makin berkurangnya lahan akibat dari kemajuan Bali yang sangat pesat.
Terkait banyaknya desakan dari masyarakat Bali terutama yang tinggal disekitar Teluk Benoa, maka Sekitar tiga ribu massa turun ke jalan untuk mendukung reklamasi Teluk Benoa oleh PT Tirta Wahana Bali Internasional (TWBI). Ribuan massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Pariwisata dan Budaya Bali (AMPPBB) hari ini, Senin (20/4) mendatangi Kantor DPRD Bali.
Massa itu memenuhi areal depan taman gedung DPRD Bali. Selain berorasi, ribuan massa itu juga menampilkan atraksi kesenian yang menceritakan betapa pentingnya reklamasi Teluk Benoa seluas 700 hektare oleh perusahaan milik pengusaha nasional Tomy Winata tersebut.
Tidak hanya itu, mereka juga membawa 200 pemangku (pemimpin persembahyangan Hindu) untuk menggelar persembahyangan di Pura gedung wakil rakyat tersebut. Kehadiran ratusan pemangku ini untuk mendoakan agar reklamasi Teluk Benoa dapat segera terwujud.
Dalam aksi damainya, perwakilan massa diterima langsung perwakilan DPRD Bali. Perwakilan massa lalu menyampaikan aspirasi dan sikap mereka terkait reklamasi Teluk Benoa kepada anggota dewan.
Menurut juru bicara aksi, Ani Asmoro, pihaknya berharap reklamasi Teluk Benoa segera direalisasikan.
"Reklamasi atau revitalisasi Teluk Benoa jangan ditunda-tunda lagi. Ini untuk kepentingan masyarakat Bali," ucap Ani yang juga mantan anggota DPR RI itu.
Massa ini menilai dukungan bagi reklamasi Teluk Benoa mereka lakukan karena akan membawa banyak keuntungan bagi masyarakat Bali di masa mendatang, dengan dibukanya areal Wisata Internasional, maka sebanyak 250.000 masyarakat Bali akan terserap di proyek raksasa bernuansa Internasional, dan dapat menghidupi 1 juta orang masyarakat Bali, sehingga akan mengurangi pengangguran di Bali.
Wayan menambahkan kesediaan jalan tol dan pemasangan pipa gas yang melewati Teluk Benoa dan pelabuhan laut international telah mengubah Teluk Benoa tidak lagi menjadi daerah konservasi air. Bahkan, saat ini, ancaman terjadinya abrasi Teluk Benoa akan mengancam keberadaan situs-situs Pura Hindu.
"Jadi upaya reklamasi justeru akan membantu masyarakat Bali. Upaya reklamasi ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat Kabupaten Badung dan Bali karena akan memberikan dampak yang positif bagi ekonomi, budaya, sosial dan lingkungan hidup,"tegasnya.
Apalagi, kata I Wayan, penunjukan PT. TWBI sebagai pengembang reklamasi dan revitalisasi Teluk Benoa oleh pemerintah sangat tepat. Sebab, kredibilitas PT. TWBI tidak diragukan.
Keberhasilan perusahaan tersebut dalam upaya mengembangkan kawasan hijau dan perbaikan kualitas terumbu karang serta berhasil mengkampanyekan program green and blue environment sudah banyak mendapatkan penghargaan international yang patut dibanggakan .
"Oleh sebab itu diharapkan PT TWBI jangan mundur dan apalagi sampai moratorium terhadap rencana reklamasi Teluk Benoa karena jika diberikan ke grup usaha lain yang Kurang berpengalaman justru hanya akan berfokus pada keuntungan saja tanpa punya keberpihakan pada lingkungan hidup," pungkasnya.
Sementara itu ketika ditemui tim Media, Ketua Umum PWRI, Suriyanto,PD, SH, mengatakan Pemerintah sudah harus segera tanggap untuk mengeluarkan izin prinsip terutama mengenai Amdal dan lainnya, jangan dipersulit, karena Program Revitalisasi Teluk Benoa sangat bermanfaat bagi kemaslahatan masyarakat Bali dan kesejahteraan Bali serta Indonesia pada umumnya,"tegasnya. (im)

0 komentar:
Posting Komentar